Namaku Roy, 32 tahun. Saat ini aku tinggal di Bandung. Banyak yang bilang aku ganteng. Kisah yang akan aku tulis ini adalah kisah nyata dari pengalaman sex aku dengan mama dan tante aku.
Cerita ini dimulai ketika aku berusia 20 tahun. Saat itu tante Rina datang dan menginap selama beberapa hari di rumah karena suaminya sedang pergi keluar kota. Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. Tante Rina berusia 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm. Ramping. Tapi aku suka bodynya. Buah dada 36B, dan pantatnya besar bulat. Aku suka lihat tante Rina kalau sudah memakai celana panjang ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, merangsang. Tante Rina adalah adik kandung Papa aku.
Waktu itu hari aku tidak masuk kuliah. Aku diam di rumah bersama mama dan tante Rina. Pagi itu, jam 10, kulihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dari kamar mandi memakai handuk menutupi dada dan setengah pahanya yang putih mulus. Mama berusia 38 tahun. Sangat cantik.
Saat itu entah secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat buah dada mama walau tidak terlalu besar tapi masih bagus bentuknya. Yang terutama jadi perhatian aku adalah memek mama yang dihiasi bulu hitam tidak terlalu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin merawatnya.www.cityholidaybet.com
Mama sepertinya tidak sadar kalau aku sedang memperhatikannya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi. Aku dekati pintu, lalu aku intip dari lubang kunci. Terlihat mama sedang membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat menggairahkan. Terutama memek mama yang aku fokuskan. Secara otomatis tangan aku meraba kontol dari luar celana, lalu meremasnya pelan-pelan sambil menikmati keindahan tubuh merangsang mama. Karena sudah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil membayangkan menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku orgasme.
Sore harinya, waktu aku sedang tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku.
�Roy..!� panggil mama.
�Ya, Ma�� sahut aku sambil bergegas ke kamar mama.
�Ada apa, Ma?� tanya aku.
�Pijitin badan mama, Roy. Pegal rasanya�� kata mama sambil tengkurap.
�Iya, Ma�� jawab aku.
Waktu itu mama memakai daster. Aku mulai memijit kaki mama dari betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan aku. Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama, �Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih�� tanya aku.
�Emang kamu mau mijitan apa aja, Roy?� tanya mama.
�Seluruh badan mama,� jawab aku.
�Ya sudah, mama buka baju saja,� kata mama sambil bangkit, lalu melepas dasternya tanpa ragu.
�Ayo lanjutkan, Roy!� kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.
�Mama tidak malu buka baju depan Roy?� tanya aku.
�Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah,� jawab mama sambil memejamkan mata.
Aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan meimijit, istilah yang tepat adalah mengusap agak keras. Aku nikmati usapan tangan aku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang memakai celana dalam merah. Setelah selesai �memijit� paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama.
�Kok dilewat sih, Roy?� protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.
�Mm.. Roy takut mama marah�� jawab aku.
�Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!� pinta mama.
Karena sudah mendapat angin, aku mulai meraba dan agak meremas pantat mama dari luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. Kontol aku sudah mulai mengeras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku. Karena birahi aku sudah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin berani.
Jari tengah aku mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. Jari aku diam disana. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jari tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam. Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jari aku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku.
Karena sudah basah, aku nekad masukkan jari aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai bergoyang agak cepat.
�Roy, kamu ngapain?� tanya mama sambil membalikkan badannya. Aku kaget dan takut mama marah.
�Maaf, Ma�� kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.
�Roy tidak tahan menahan nafsu�� kataku lagi.
�Nafsu apa?� kata mama dengan nada lembut.
�Sini berbaring dekat mama,� kata mama sambil menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti.
�Sini berbaring Roy,� ujar mama lagi.
�Tutup dulu pintu kamar,� kata mama.
�Ya, Ma�� kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemudian aku berbaring di samping mama.
Mama menatapku sambil membelai rambut aku.
�Kenapa bernafsu dengan mama, Roy,� tanya mama lembut.
�Mama marahkah?� tanya aku.
�Mama tidak marah, Roy.. Jawablah jujur,� ujar mama.
�Melihat tubuh mama, Roy tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma�� kataku. Mama tersenyum.
�Berarti anak mama sudah mulai dewasa,� kata mama.
�Kamu benar-benar mau sayang?� tanya mama.
�Maksud mama?� tanya aku.
�Dua jam lagi Papa kamu pulang�� hanya itu yang keluar dari mulut mama sambil tangannya meraba kontol aku dari luar celana.
Aku kaget sekaligus senang. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami berciuman mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas.
�Buka pakaian kamu, Roy,� kata mama. Aku menurut, dan segera melepas baju dan celana.
Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sedangkan aku tetap berdiri.
�Kontol kamu besar, Roy�� kata mama sambil meraih kontol aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.
�Kamu udah pernah maen dengan perempuan tidak, sayang?� tanya mama.
Sambil menikmati enaknya dikocok kontol aku menjawab, �Belum pernah, Ma.. Mmhh..�. Mama tersenyum, entah apa artinya.
Lalu mama menarik pantat aku hingga kontol aku hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai menjilati kontol aku mulai dari batang sampai ke kepalanya. Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kontolku ke mulutnya. Hisapan dan permainan lidah mama sangat pandai. Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena merasakan kenikmatan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hisapannya, tapi tangannya tetap mengocok kontolku perlahan.
�Enak sayang?� tanya mama sambil menengadah menatapku.
�Iya, Ma.. Enak sekali,� jawabku dengan suara tertahan.
�Sini sayang. Kontolmu udah besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan�� ujar mama sambil menarik tanganku.
Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pahanya. Tanpa ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan kontolku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing kontolku ke lubang memeknya.
�Ayo, Roy.. Masukkan�� ujar mama sambil terus memandang wajahku.
Aku tekan kontolku. Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu batang kontolku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang entah bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluarmasukkan kontolku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku.
�Enak, Roy?� tanya mama.
�Sangat enak, Ma�� jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan kontol aku.
�Kenapa mama mau melakukan ini dengan Roy?� tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama kelihatan berkaca-kaca.
�Karena mama sayang kamu, Roy�� jawab mama.
�Sangat sayang�� lanjutnya.
�Lagipula saat ini mama memang sedang ingin bersetubuh�� lanjutnya lagi.
Aku terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan kontol aku menyetubuhi mama.
�Roy juga sangat sayang mama�� ujarku.
�Ohh.. Roy.. Enakk.. Mmhh�� desah mama ketika aku menyetubuhinya makin keras.
�Mama mau keluar�� desah mama lagi.
Tak lama kurasakan tubuh mama mengejang lalu memeluk aku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu..
�Ohh.. Enak sayangg�� desah mama lagi ketika dia mencapai orgasme.
Aku terus menggenjot kontolku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dari kontol aku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh mama..
�Ma, Roy gak tahann�� ujarku sambil memeluk tubuh mama lalu menekan kontolku lebih dalam ke memek mama.
�Keluarin sayang�� ujar mama sambil meremas-remas pantatku.
�Keluarin di dalam aja sayang biar enak�� bisik mama mesra.
Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam memek mama.
�Mmhh�� desahku. Lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan.
�Terima kasih ya, Ma�� ujar aku sambil mencium bibir mama.
�Lekas berpakaian, Papa kamu sebentar lagi pulang!� kata mama.
Lalu kamipun segera berpakaian. Setengah jam kemudian Papa pulang. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat normal.
Malam harinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa sudah tidur, aku dan tante Rina masih nonton TV. Tante Rina memakai kimono. Sesekali aku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena sudah biasa melihat seperti itu.
Tiba-tiba tante Rina bertanya sesuatu yang mengejutkan aku,�ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?� tanya tante Rina.
�Hayo, ngapain..?� tanya tante Rina lagi sambil tersenyum.
�Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama, kok�� jawabku.
�Kok lama amat. Sampe lebih dari satu jam,� tanyanya lagi.
�Curigaan amat sih, tante?� kataku sambil tersenyum.
�Tante hanya merasa aneh saja waktu tante denger ada suara-suara yang gimanaa gitu�� ujar tante Rina sambil tersenyum.
�Kayak suara yang lagi enak�� ujar tante Rina lagi.
�Udah ah.. Kok ngomongnya ngaco ah�� ujarku sambil bangkit.
�Maaf dong, Roy. Tante becanda kok�� ujar tante Rina.
�Kamu mau kemana?� tanya tante Rina.
�Mau tidur,� jawabku pendek.
�Temenein tante dong, Roy,� pinta tante.
Aku kembali duduk dikursi di samping tante Rina.
�Ada apa sih tante?� tanyaku.
�Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja,� jawab tante Rina.
�Kamu sudah punya pacar, Roy?� tanya tante Rina.
�Belum tante. Kenapa?� aku balik bertanya.
�Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum punya pacar?� tanya tante lagi.
�Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau,� jawabku.
�Apa kamu pernah kissing dengan perempuan, Roy?� tanya tante Rina pelan sambil wajahnya didekatkan ke wajahku.
Bibir kami hampir bersentuhan. Aku tak menjawab.
�Ni tante lagi horny kayaknya�� pikir aku.
Tanpa banyak kata, aku cium bibir tante Rina. Tante Rinapun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono tante Rina. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas buah dadanya dengan mesra sambil ujung jari aku memainkan puting susunya.
�Mmhh..�
Suara tante Rina mendesah tertahan karena kami masih tetap berciuman. Tangan tante Rinapun tidak diam. Tangannya meremas kontolku dari luar celana kolorku. Kontolku langsung tegang.
�Roy, pindah ke kamar tante, yuk?� pinta tante Rina.
�Iya tante�� jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar tante Rina.
Setiba di kamar, tante Rina dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua pakaian di tubuh aku.
�Ayo Roy, tante sudah gak tahan�� ujar tante Rina sambil senyum, lalu merebahkan badannya di kasur.
Aku segera menindih tubuh telanjang tante Rina. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke buah dadanya. Aku jilat dan hisap puting susu tante Rina sambil meremas buah dada yang satu lagi.
�Ohh.. Mmhh.. Royy.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh�� desah tante Rina sambil tangannya memegang kepala aku.
Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, tante Rina segera melebarkan kakinya mengangkang. Memek tante Rina bersih tidak berbau. Bulunya hanya sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek tante Rina terutama bagian kelentitnya.
�Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus sayang�� desah tante Rina sambil badannya mengejang menahan nikmat.
Tak berapa lama tiba-tiba tante Rina mengepitkan kedua pahanya menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya.
�Oh, Roy.. Tante keluar.. Nikmat sekali.. Ohh�� desah tante Rina.
Aku bangkit, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek tante Rina, lalu aku tindih badannya dan kucium bibirnya. Tante Rina langsung membalas ciumanku dengan mesra.
�Isep dong kontol Roy, tante�� pintaku.
Tante Rina mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah tante Rina dan ku sodorkan kontolku ke mulutnya. Tante Rina langsung menghisap dan menjilati kontolku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghisap dan menjilat kontolnya lebih pintar dari mama.
�Udah tante, Roy udah pengen setubuhi tante�� kataku.
Tante Rina melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan kontol aku ke memeknya.
�Ayo, Roy.. Tante sudah tidak tahan�� bisik tante Rina.
Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. Kontolku keluar masuk memek tante Rina.
�Roy kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kenikmatan�� kata tante ditengah-tengah persetubuhan kami.
�Ah, biasa saja, tante�� ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup bibirnya.
Selang beberapa lama, tiba-tiba tante Rina mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.
�Roy, terus setubuhi tante.. Mmhh.. Ohh.. Tante mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh�� desahnya.
Tak lama tubuhnya mengejang. Pahanya erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kontolku di memeknya.
�Tente udah keluar, sayang�� bisik tante Rina.
�Kamu hebat.. Kuat�� ujar tante Rina.
�Terus setubuhi tante, Roy.. Puaskan diri kamu�� ujarnya lagi.
Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera orgasme. Kupertcepat gerakanku.
�Roy mau keluar, Tante�� kataku.
�Jangan keluarkan di dalam, sayang�� pinta tante Rina.
�Cabut dulu�� ujar tante Rina.
�Sini tante isepin�� katanya lagi.
Aku cabut kontolku dari memeknya, lalu aku arahkan ke mulutnya. Tante Rina lalu menghisap kontolku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut tante Rina banyak sekali. Aku tekan kontolku lebih dalam ke dalam mulut tante Rina. Tante Rina dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok kontolku. Lalu dia menjilati kontolku untuk membersihkan sisa air mani di kontolku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan tante Rina.
Aku segera berpakaian. Tante Rina juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD.
�Kamu hebat, Roy.. Kamu bisa memuaskan tante,� ujar tante Rina.
�Kalo tante butuh kamu lagi, kamu mau kan?� tanya tante sambil memeluk aku.
�Kapan saja tante mau, Roy pasti kasih,� kataku sambil mengecup bibirnya.
�Terima kasih, sayang,� ujar tante Rina.
�Roy kembali ke kamar ya, tante? Mau tidur,� kataku.
�Iya, sana tidur,� katanya sambil meremas kontolku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu aku segera keluar.
Besoknya, setelah Papa pergi ke kantor, mama duduk di sampingku waktu aku makan.
�Roy, semalam kamu ngapain di kamar tante Rina sampe subuh?� tanya mama mengejutkanku.
Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum. Sambil mencium pipiku, mama berkata,�Jangan sampai yang lain tahu ya, Roy. Mama akan jaga rahasia kalian. Kamu suka tante kamu itu ya?� tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.
�Iya, Ma.. Roy suka tante Rina,� jawabku.
�Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kalian�� ujar mama.
�Kalian hati-hatilah�� ujar mama lagi.
�Kenapa mama tidak marah,� tanya aku.
�Karena mama pikir kamu sudah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,� ujar mama.
�Terima kasih ya, Ma�� kataku.
�Roy sayang mama,� kataku lagi.
�Roy, tante dan Papa kamu sedang keluar.. Mau bantu mama gak?� tanya mama.
�Bantu apa, Ma?� aku balik tanya.
�Mama ingin�� ujar mama sambil mengusap kontolku.
�Roy akan lakukan apapun buat mama�� kataku. Mama tersenyum.
�Mama tunggu di kamar ya?� kata mama. Aku mengangguk..
Sejak saat itu hingga saat ini aku menikah dan punya 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan tante Rina kalau ada kesempatan. Walau sudah agak berumur tapi kecantikan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menarik. Baik itu di rumah tante Rina kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di hotel.
Sedangkan dengan mama, aku sudah mulai jarang menyetubuhinya atas permintaan mama sendiri dengan alasan tertentu tentunya. Dalam satu bulan hanya 2 kali. Itulah pengalaman kisah nyata aku. Aku tuliskan dengan sebenarnya.
Tampilkan postingan dengan label CERITA SEX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA SEX. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 Mei 2013
Siswi SMU Amoy
Kejadian ini terjadi pada saat aku kelass 3 SMA dan baru jadian sekitar 3 bulanan dengan Vina.
Saat itu kota �S� sedang musim hujan dan saat pulang sekolah hari sudah sangat mendung. Aku yang saat itu belum kos dan masih numpang di rumah sepupuku berniat mengajak Vina nonton film di rumah yang kebetulan sedang sepi karena sepupuku sedang keluar kota beberapa hari.
Jaman itu masih VCD dan belum ada DVD, kami sengaja meminjam film2 drama remaja yang sedang ramai di bioskop (maklum di kota �S� tidak ada bioskop jadi cuma bisa nonton di VCD). Setelah meminjam beberapa VCD dan membeli beberapa makanan ringan, aku segera membonceng Vina di motor tuaku menuju rumah sepupuku. Beruntung kami tiba sebelum hujan deras datang yang tiba2 turun setelah kami masuk kedalam rumah.
Segera saja aku putar film pertama tanpa berganti pakaian, saat itu kami masih mengenakan seragam abu2 SMA. Aku duduk di sofa sementara Vina duduk disampingku sambil mengunyah makanan ringan yang kami beli. Saat film sudah diputar Vina nampaknya serius mengikuti film drama remaja tersebut sementara aku sebentar2 melirik Vina sambil memandang wajah manisnya dan agak sedikit nakal aku lirik celah2 seragam SMA-nya di bagian teteknya yang mungil. Sambil berpikiran nakal aku turun dari sofa dan duduk di lantai karpet bersandar ke kaki sofa, aku ajak Vina duduk didepanku dan aku peluk dari belakang. Sambil mengunyah makanan Vina bersandar manja didadaku dan menikmati cerita film yang diputar, aku sendiri tidak konsen menonton film karena saat itu aku sibuk melirik belahan dada Vina dibalik seragam SMA-nya dan aku pun mulai beraksi.
Tanganku memeluk Vina sambil menghusap perutnya yang rata dan sesekali aku ciumi rambut panjangnya yang wangi, Vina nampaknya lebih berkonsentrasi menonton film daripada memperhatikan aksiku. Tak puas hanya menghusap perutnya dibalik seragam SMA-nya itu, tanganku mulai menghusap teteknya dari luar perlahan�.tanganku sedikit gemetar karena itu pertama kali aku menyentuh tetek mungil Vina walau dari luar. Ehm�.nampaknya Vina tidak sadar atau sengaja berkonsentrasi dengan film yang sedang diputar�.kesempatan itu aku tidak sia2kan. Kedua tanganku kini menghusap2 kedua tetek mungil Vina yang masih berbalut seragam SMA-nya�..teteknya sangat hangat dan kenyal setelah aku remas perlahan beberapa kali. Vina mendesah perlahan saat kedua teteknya aku remas pelan2 dan aku ciumi rambutnya dari belakang�..dia tidak berkomentar sedikitpun dan masih asik atau puar2 asik melihat film tersebut. Sementara tangan kiriku menggegam teteknya yang hangat, kenyal, dan tidak seberapa besar tersebut, tangan kananku mulai menghusap paha kanannya sambil menyibakkan rok abu2nya�..Vina menanggapi hal itu dengan meremas pahaku dan tangannya aku arahkan untuk meremas-remas kontolku yang sudah tegang daritadi. Tangan kananku bergerilya dibalik rok SMA-nya, pahanya mulus dan hangat sekali�..tanganku mulai naik menuju memeknya dan menghusap memeknya dibalik CD putih katunnya�.tiba2 Vina berbalik kearahku dan mencium bibirku�.bibir merahnya mengulum bibirku dan aku pun membalasnya dengan penuh nafsu�sesekali aku hisap lidahnya dan membuat dia sedikit sulit bernafas�.dia menarik bibirnya dari bibirku dan berkata �kamu lagi pengen ya?aku gamau ml dulu sayang�maaf ya� Aku mengangguk perlahan sambil berkata �sial!� dalam hati�..�Iya sayang aku lg pengen tapi kalo kamu belum siap gakpapa kok�tapi kamu puasin aku ya�.
Aku kembali duduk di sofa dan minta Vina duduk diatasku sambil menghadapku�..Vina memegang kepalaku dengan lembut dan kembali kita saling berciuman bibir dengan nafsu memburu�sementara kedua tanganku menghusap paha mulusnya yang sedikit terbuka karena posisi duduknya yang mengangkang diatas pahaku. Lama bibir dan lidah kita saling mengulum�dan aku mulai membuka kancing seragam SMA-nya satu persatu sambil sesekali menciumi bagian atas teteknya yang mulus namun mungil itu. Setelah kancing seragam SMA-nya terbuka semua�aku sibakkan BH-nya keatas untuk melihat gundukan Indah dibalinya�aku sempat menelan ludah sebentar menahan gemas bentuk teteknya yang bulat mungil namun menggemaskan itu�putingnya mungil sekali dan berwarna coklat kemerahan�segera aku netek di putting susunya dan melumatnya mulai dari lembut sampai sedikit kasar. Aku netek bergantian hingga kedua putingnya yang mengeras sedikit bengkak karena sedotan dan lumatanku. Puas dengan kedua putingnya, aku gigit daerah sekitar putingnya di teteknya dan aku sedot dalam2 hingga memar dan aku buat beberapa tanda merah2 di teteknya yang menggemaskan itu�Vina menggigit bibirnya saat puting dan teteknya aku lumat habis2an�.sesekali dia menjambak rambutku dengan lembut sambil berkata �pelan2 sayang��. Kontolku yang mengeras sejak tadi tampaknya butuh sentuhan juga nih�aku minta Vina berlutut dihadapanku dan segera aku keluarkan kontolku dihadapannya�.tangan mulus mungilnya aku minta genggam tititku dan mengocoknya dengan lembut��titit kamu gede banget sayang�..aku boleh kulum gak?��tiba2 Vina bertanya seperti itu dengan nakalnya�tanpa basa-basi segera aku iyakan dan kini dia sibuk mengulum kontolku yang agak super sehingga mulutnya yang mungil nampaknya tak mampu menampung seluruh kontolku. Sesekali aku usap rambutnya sambil aku merem melek keenakkan�.kuluman Vina memang tidak seenak mantanku terdahulu namun cara dia menggenggam dan mengocok kontolku sangat luar biasa�enaknya. Tanpa terasa kontolku mulai bergemuruh dan tampaknya Vina mengetahui hal itu �kamu mau keluarin dimana? Ditetekku yang habis kamu lumat ini aja ya�??��kocokan Vina semakin cepat sementara Vina merapatkan teteknya yang penuh memar merah hisapanku ke kontolku�seorang wanita berseragam SMA dengan tetek penuh memar yang terpampang terbuka itu kini menatapku dengan nakal melihat ekspresi wajahku yang menahan gemuruh menahan klimaksku......dan croootttttt!!! segera saja spermaku muncrat diteteknya dan sedikit mengenai seragam SMA-nya....tetek Vina penuh dengan sperma dan tangannya masih menggenggam kontolku dengan lembut.....itulah pengalaman Vina dengan seragam SMA-nya yang terus berlanjut hingga kami kuliah..
Saat itu kota �S� sedang musim hujan dan saat pulang sekolah hari sudah sangat mendung. Aku yang saat itu belum kos dan masih numpang di rumah sepupuku berniat mengajak Vina nonton film di rumah yang kebetulan sedang sepi karena sepupuku sedang keluar kota beberapa hari.
Jaman itu masih VCD dan belum ada DVD, kami sengaja meminjam film2 drama remaja yang sedang ramai di bioskop (maklum di kota �S� tidak ada bioskop jadi cuma bisa nonton di VCD). Setelah meminjam beberapa VCD dan membeli beberapa makanan ringan, aku segera membonceng Vina di motor tuaku menuju rumah sepupuku. Beruntung kami tiba sebelum hujan deras datang yang tiba2 turun setelah kami masuk kedalam rumah.
Segera saja aku putar film pertama tanpa berganti pakaian, saat itu kami masih mengenakan seragam abu2 SMA. Aku duduk di sofa sementara Vina duduk disampingku sambil mengunyah makanan ringan yang kami beli. Saat film sudah diputar Vina nampaknya serius mengikuti film drama remaja tersebut sementara aku sebentar2 melirik Vina sambil memandang wajah manisnya dan agak sedikit nakal aku lirik celah2 seragam SMA-nya di bagian teteknya yang mungil. Sambil berpikiran nakal aku turun dari sofa dan duduk di lantai karpet bersandar ke kaki sofa, aku ajak Vina duduk didepanku dan aku peluk dari belakang. Sambil mengunyah makanan Vina bersandar manja didadaku dan menikmati cerita film yang diputar, aku sendiri tidak konsen menonton film karena saat itu aku sibuk melirik belahan dada Vina dibalik seragam SMA-nya dan aku pun mulai beraksi.
Tanganku memeluk Vina sambil menghusap perutnya yang rata dan sesekali aku ciumi rambut panjangnya yang wangi, Vina nampaknya lebih berkonsentrasi menonton film daripada memperhatikan aksiku. Tak puas hanya menghusap perutnya dibalik seragam SMA-nya itu, tanganku mulai menghusap teteknya dari luar perlahan�.tanganku sedikit gemetar karena itu pertama kali aku menyentuh tetek mungil Vina walau dari luar. Ehm�.nampaknya Vina tidak sadar atau sengaja berkonsentrasi dengan film yang sedang diputar�.kesempatan itu aku tidak sia2kan. Kedua tanganku kini menghusap2 kedua tetek mungil Vina yang masih berbalut seragam SMA-nya�..teteknya sangat hangat dan kenyal setelah aku remas perlahan beberapa kali. Vina mendesah perlahan saat kedua teteknya aku remas pelan2 dan aku ciumi rambutnya dari belakang�..dia tidak berkomentar sedikitpun dan masih asik atau puar2 asik melihat film tersebut. Sementara tangan kiriku menggegam teteknya yang hangat, kenyal, dan tidak seberapa besar tersebut, tangan kananku mulai menghusap paha kanannya sambil menyibakkan rok abu2nya�..Vina menanggapi hal itu dengan meremas pahaku dan tangannya aku arahkan untuk meremas-remas kontolku yang sudah tegang daritadi. Tangan kananku bergerilya dibalik rok SMA-nya, pahanya mulus dan hangat sekali�..tanganku mulai naik menuju memeknya dan menghusap memeknya dibalik CD putih katunnya�.tiba2 Vina berbalik kearahku dan mencium bibirku�.bibir merahnya mengulum bibirku dan aku pun membalasnya dengan penuh nafsu�sesekali aku hisap lidahnya dan membuat dia sedikit sulit bernafas�.dia menarik bibirnya dari bibirku dan berkata �kamu lagi pengen ya?aku gamau ml dulu sayang�maaf ya� Aku mengangguk perlahan sambil berkata �sial!� dalam hati�..�Iya sayang aku lg pengen tapi kalo kamu belum siap gakpapa kok�tapi kamu puasin aku ya�.
Aku kembali duduk di sofa dan minta Vina duduk diatasku sambil menghadapku�..Vina memegang kepalaku dengan lembut dan kembali kita saling berciuman bibir dengan nafsu memburu�sementara kedua tanganku menghusap paha mulusnya yang sedikit terbuka karena posisi duduknya yang mengangkang diatas pahaku. Lama bibir dan lidah kita saling mengulum�dan aku mulai membuka kancing seragam SMA-nya satu persatu sambil sesekali menciumi bagian atas teteknya yang mulus namun mungil itu. Setelah kancing seragam SMA-nya terbuka semua�aku sibakkan BH-nya keatas untuk melihat gundukan Indah dibalinya�aku sempat menelan ludah sebentar menahan gemas bentuk teteknya yang bulat mungil namun menggemaskan itu�putingnya mungil sekali dan berwarna coklat kemerahan�segera aku netek di putting susunya dan melumatnya mulai dari lembut sampai sedikit kasar. Aku netek bergantian hingga kedua putingnya yang mengeras sedikit bengkak karena sedotan dan lumatanku. Puas dengan kedua putingnya, aku gigit daerah sekitar putingnya di teteknya dan aku sedot dalam2 hingga memar dan aku buat beberapa tanda merah2 di teteknya yang menggemaskan itu�Vina menggigit bibirnya saat puting dan teteknya aku lumat habis2an�.sesekali dia menjambak rambutku dengan lembut sambil berkata �pelan2 sayang��. Kontolku yang mengeras sejak tadi tampaknya butuh sentuhan juga nih�aku minta Vina berlutut dihadapanku dan segera aku keluarkan kontolku dihadapannya�.tangan mulus mungilnya aku minta genggam tititku dan mengocoknya dengan lembut��titit kamu gede banget sayang�..aku boleh kulum gak?��tiba2 Vina bertanya seperti itu dengan nakalnya�tanpa basa-basi segera aku iyakan dan kini dia sibuk mengulum kontolku yang agak super sehingga mulutnya yang mungil nampaknya tak mampu menampung seluruh kontolku. Sesekali aku usap rambutnya sambil aku merem melek keenakkan�.kuluman Vina memang tidak seenak mantanku terdahulu namun cara dia menggenggam dan mengocok kontolku sangat luar biasa�enaknya. Tanpa terasa kontolku mulai bergemuruh dan tampaknya Vina mengetahui hal itu �kamu mau keluarin dimana? Ditetekku yang habis kamu lumat ini aja ya�??��kocokan Vina semakin cepat sementara Vina merapatkan teteknya yang penuh memar merah hisapanku ke kontolku�seorang wanita berseragam SMA dengan tetek penuh memar yang terpampang terbuka itu kini menatapku dengan nakal melihat ekspresi wajahku yang menahan gemuruh menahan klimaksku......dan croootttttt!!! segera saja spermaku muncrat diteteknya dan sedikit mengenai seragam SMA-nya....tetek Vina penuh dengan sperma dan tangannya masih menggenggam kontolku dengan lembut.....itulah pengalaman Vina dengan seragam SMA-nya yang terus berlanjut hingga kami kuliah..
Gadis SMA
oke musih hujan bahas yg begini'an emang muanteppppppppppp kwowkw
hahaha bwa'annya WC lage sabun lage kowkoww
oke monggo di baca saja xixixix silahkan di mulai jauhkan sabun dan timun terlebih dahulu
Nama saya Roy W, ciri-ciri saya adalah sebagai berikut: berbadan kecil, wajah tidak menarik dengan kacamata serta penakut, tapi saya jago gambar bahkan juara di sekolah saya. Ini adalah pengalaman nyata saya, nama dan tempat sudah saya samarkan.
Kisah ini terjadi kira-kira 2 tahun lalu di SMA saya di kota tempat tinggal saya waktu itu. Waktu itu saya mempunyai pacar bernama.., anggap saja Novita namanya. Ternyata SMU itu benar-benar gila, terutama mengani hal yang akan saya beberkan nantinya dan juga ternyata Novita mempunyai ayah yang juga gila. Maka, teman-teman bacalah cerita berikut di bawah ini untuk mengetahui kenyataan yang gila ini di kota kelahiran saya.
Kisah ini dimulai ketika saya masih kelas 1 SMU di SMU XX(edited). Saya melihat Novita ini pertama kali di sekolahnya, dan saya rasa memang saya telah jatuh cinta pada pandangan pertama. Yah.., memang kami berlainan sekolah tetapi kami berumur sama.
Singkat cerita, akhirnya kami jadian karena memang sama-sama suka. Tapi kira-kira setelah sekitar 3 minggu kami jadian, terjadilah peristiwa itu. Waktu itu saya menjemputnya di sekolahnya karena dia ada kegiatan sore. Saat itu hujan deras sekali, lalu sewaktu kami berjalan menyusuri lorong sekolah tersebut, sayup-sayup nyaris tidak terdengar kami berdua mendengar desahan-desahan nikmat dari ruang BP.
Kami langsung saja memberanikan diri untuk mengintip apa gerangan yang sebenarnya terjadi di dalamnya. Dan kami berdua sangat kaget, karena ternyata Pak Yono (sebut saja) dan Bu Ninik, guru BP di sekolahnya Novita tersebut sedang pesta seks di ruangan sempit nan pengap tersebut, dan tidak menyadari adanya 2 makhluk muda belia ini yang mengintip.
Tapi mendadak saya merasakan seseorang memukul kepala saya sehingga saya merasakan pening yang amat sangat di kepala dan terjatuh pingsan. Ketika bangun saya sedang duduk di kursi ruangan BP tersebut dalam keadaan terikat. Dan sungguh setengah mati, saya tidak dapat mempercayai pemandangan yang tersaji di hadapan saya waktu itu.
Saya melihat Pak Yono sedang asyiknya menjilati klitoris pacar saya Novi, Bu Ninik sedang memilin-milin puting Novi dan Pak Eko sedang 'mengerjai' lubang anus Pak Yono dari belakang. Pak Yono pun menjerit keenakan. Bu Ninik juga ikut mendesah-desah sendiri sambil terus memilin puting Novi, sedangkan Novi sendiri menangis sejadi-jadinya, tapi saya dapat melihat bahwa sebenarnya dia sendiri pun menikmati permainan gila tersebut. Bahkan yang lebih gila lagi, saya sendiri pun semakin lama semakin menikmati sensasi yang diciptakan oleh permainan mereka.
Lalu Bu Ninik mendekati saya dan langsung melepaskan celana saya dan membebaskan kemaluan saya yang langsung mengacung tegak melawan gravitasi dan mulai memaju-mundurkan kepalanya mengulum penis saya. Saya pun menggelinjang keenakan sambil berteriak. Hingga akhirnya, "Crutt.. crott.. croot..!" saya pun menyemburkan sperma saya di wajah Bu Ninik.
Oya, sebagai informasi saja, batang kemaluan saya berukuran 6 cm ketika ereksi, memang tidak termasuk besar sih, tapi paling tidak masih dapat ejakulasi.
Lalu saya melihat ke arah Pak Yono dan Pak Eko, dan ternyata mereka masih melanjutkan aksi mereka sampai akhirnya Pak Yono pun terkulai lemas keenakan. Waktu itu Pak Eko mengeluarkan spermanya di mulut Pak Yono. Saya sendiri heran, padahal penampilan Pak Yono ini benar-benar sangar, dengan kumis yang subur dan tampang killer, tapi ternyata dia dapat menikmati adanya kemaluan pria lainnya di lubang anusnya.
Akhirnya kami diperbolehkan pulang setelah diancam bahwa mereka akan mengeluarkan Novi dari sekolah dan akan membunuh saya apabila kami membocorkan hal yang barusan terjadi kepada orangtua kami. Saya sebenarnya memang takut dan tidak berani melawan, karena saya memang tergolong orang yang penakut.
Kami pulang dengan perasaan yang kacau dan tidak karuan, Novi masih terus-terusan menangis sambil memegangi kelaminnya yang mungkin masih perih sehabis dijilati Pak Yono. Saya pun memutuskan untuk tidak meninggalkan Novi karena memang saya sangat mencintainya dan saya tidak ingin membuatnya lebih sedih lagi dengan kepergian saya dari sisinya.
Kira-kira 2 bulan setelah hal itu, saya main ke rumah Novi waktu malam Minggu untuk memberikan hadiah valentine. Ketika sampai di depan rumahnya yang terletak di pinggir jalan besar, saya memencet bel pintu berkali-kali, tapi anehnya tetap saja tidak ada yang membukakan. Akhirnya saya nekat meloncat pagar dan masuk ke dalam rumah lewat garasi dan masuk ke ruang utama. Tidak ada seorang pun di sana.
Lalu saya samar-samar mendengar teriakan-teriakan kecil yang tertahan dari kamar utama. Dan betapa kagetnya saya ketika melihat bahwa ayah kandung Novi sendiri yang bernama Pak Subi masih menjilati vagina Novi sambil meremas-remas susu mungilnya itu. Saya ingin melabrak mereka tapi saya tahan karena disamping rasa penakut saya yang amat sangat ini, saya sebenarnya juga ingin terus melihat apa yang selanjutnya akan terjadi.
Sambil menelan ludah, saya melihat ayahnya menjilati klitoris mungilnya yang berwarna merah darah itu dengan sangat ganasnya.
Novi kelihatan sungguh-sungguh menikmatinya, karena dia berteriak-teriak, "Aach.. ahh.! Pahh..! Terus Pahh..! Jilat terus Pahh, ahh.. uhh.. ahh..! Aduh.. enakk.. enakk.. Novi.. ampiirr.. keke.. kekeeluarr.. Aahh..!"
Lalu Om Subi membalik tubuh novi menjadi posisi doggy style dan merenggangkan paha Novi sehingga saya pun dapat melihat dengan jelas tampak dalam vagina Novi yang sangat menggiurkan itu.
Karena mungkin sudah tidak tahan, Om Subi langsung menyogok vagina Novi dengan sangat kerasnya sehingga Novi pun berteriak menahan sakitt, "Ahh..! Sakitt.. Pahh..!"
Om Subi tidak memperdulikan teriakan anak gadisnya dan terus memompa batang kemaluannya ke dalam vagina Novi secara teratur dan mengeluarkan erangan-erangan tertahan.
"Ahh.. ahh.. ahh.. enak Vii.. tempikmu sungguh enak..! Lebih enak.. daripada Mamimu waktu perawan."
Dia lalu berganti posisi lagi menjadi posisi 'climbing a tree', dan memompa Novi dari bawah sambil memeluk tubuh mungil Novi dengan kencang, lalu akhirnya mereka berganti posisi lagi menjadi gaya 69 dan dia menjilati vagina Novi lagi.. dan lagi. Novi sendiri pun menikmati sensasi tersebut dan mulai mengulum batang kemaluan ayahnya.
Hingga akhirnya Om Subi pun tidak dapat menahan dorongan dari dalam batang penisnya dan berteriak, "Aahh.. akuu keluarr.. nikkmaatt.. sekallii.. ahh..!"
Novi pun tampak kaget, tapi karena kepalanya terus ditekan oleh ayahnya, maka mau tidak mau dia harus meminumnya sampai habis.
Novi hanya berkata, "Gurih Pah.., aku juga udah keluar ya..?"
Om Subi menjawab, "Iya Nov, punyamu juga gurih banget."
Lalu mereka tertidur bersama, mungkin karena kelelahan.
Ketika saya ingin berbalik dan bermaksud meninggalkan tempat ini dengan perasaan sangat bingung, ternyata saya baru sadar bahwa sudah dari tadi Mamanya Novi mengawasi dari sofa di belakang saya tanpa sepengatauan saya.
Dia berkata, "Ryo, bagus ya pertunjukkannya..?"
Saya pun termenung tanpa dapat menjawab karena sangat ketakutan.
Tapi tanpa diduga, ternyata dia mendekat lalu melepas celana saya dan mulai mengulum batang kemaluan saya. Terang saja saya yang sudah dari tadi menahan nafsu karena pertunjukkan ayah dan anak tersebut sangat menikmati kulumannya.
Saya pun mendesah tidak karuan, "Ahh.. ahh.. Taan.. Tee.. enaakk.. bangett.. sih.. kuluman.. nyyaa.. ahh..!"
Dan dia pun malah mempercepat frekuensi kulumannya sambil membuka bajunya sendiri satu-persatu.
Lalu saya diajaknya ke ruang kerja yang terletak di depan dengan alasan agar tidak membangunkan Om Subi dan Novi. Saya pun menurut seperti dihipnotis dan mengikutinya dari belakang. Lalu di sana dia langsung mengocok-kocok batang kemaluan saya sambil membimbing tangan saya yang satu lagi untuk dimasukkan ke lubang senggamanya. Maka saya pun mulai mengocok liang senggamanya yang sudah sangat becek itu keluar masuk.
Dia pun menggelinjang-gelinjang tidak karuan dan berteriak-teriak kecil takut kedengaran, "Ahh.. achh.. enak.. Ryo.. enakk.. teruuss..! Lebih cepet..!"
Saya pun mempercepat temponya dan dia mempercepat tempo kocokannya pada batang penis saya dan meremasnya keras-keras. Akhirnya dia bilang sudah tidak tahan dan minta agar batang kemaluan saya dimasukkan saja, padahal saya sendiri pun malah sudah hampir keluar. Dia pun membimbing penis saya dan diarahkan ke lubang senggamanya. Masuknya kemaluan saya ke lubang senggamanya diiringi dengan teriakan kami berdua.
Saya tidak dapat menggambarkan situasinya waktu itu, yang pasti vaginanya memang sudah lebar dan sangat-sangat basah. Tapi saya cuek saja karena saya pikir kapan lagi saya dapat mempunyai kesempatan seperti sekarang ini, yang penting kan sudah ngerasain begituan.
Akhirnya saya keluar duluan di dalam, karena saya memang sudah tidak kuat. Karena Tante belum puas, dia meminta saya untuk menjilati vaginanya itu. Maka saya turuti saja menjilati vagina Tante sampai dia kejang-kejang kenikmatan karena sudah puas, walaupun banyak putih-putih di dalamnya dan berbau busuk yang saya sendiri tidak tahu itu apa sampai sekarang.
Setelah itu saya disuruh pulang oleh Tante karena hari sudah mulai malam. Saya pulang dengan perasaan yang bahkan lebih kacau daripada pengalaman saya sebelumnya dengan guru-guru BP itu. Akhirnya saya pun memutuskan untuk tidak berhubungan dengan Novi dan kerabat-kerabatnya lagi karena mereka benar-benar keluarga gila.
Saya sekarang sudah di SMU kelas 3, dan kabar terakhir yang saya dengar dari teman saya di sekolahnya Novi ternyata sampai sekarang Novi dan guru-guru BP tersebut masih sering melanjutkan aksi gila mereka. Dan yang lebih gila lagi, Om Subi pun ikut-ikutan juga. Kalau mengenai Mamanya Novi, dia sekarang jarang pulang rumah dan hunting gigolo-gigolo muda di Jakarta.
Saya hanya dapat mendesah karena kecewa dengan mereka, saya harap mereka dapat bertobat. Ingin rasanya melaporkan perbuatan bejat guru-guru BP tersebut dan juga Om Subi pada yang berwajib. Tapi apa daya, saya sendiri benar-benar penakut, bahkan sampai sekarang pun masih sangat penakut. Biarlah Tuhan yang menegur mereka, saya hanya dapat duduk di sini sambil mengocok membayangkan Tante (Mamanya Novi) di dalam WC.
hahaha bwa'annya WC lage sabun lage kowkoww
oke monggo di baca saja xixixix silahkan di mulai jauhkan sabun dan timun terlebih dahulu
Nama saya Roy W, ciri-ciri saya adalah sebagai berikut: berbadan kecil, wajah tidak menarik dengan kacamata serta penakut, tapi saya jago gambar bahkan juara di sekolah saya. Ini adalah pengalaman nyata saya, nama dan tempat sudah saya samarkan.
Kisah ini terjadi kira-kira 2 tahun lalu di SMA saya di kota tempat tinggal saya waktu itu. Waktu itu saya mempunyai pacar bernama.., anggap saja Novita namanya. Ternyata SMU itu benar-benar gila, terutama mengani hal yang akan saya beberkan nantinya dan juga ternyata Novita mempunyai ayah yang juga gila. Maka, teman-teman bacalah cerita berikut di bawah ini untuk mengetahui kenyataan yang gila ini di kota kelahiran saya.
Kisah ini dimulai ketika saya masih kelas 1 SMU di SMU XX(edited). Saya melihat Novita ini pertama kali di sekolahnya, dan saya rasa memang saya telah jatuh cinta pada pandangan pertama. Yah.., memang kami berlainan sekolah tetapi kami berumur sama.
Singkat cerita, akhirnya kami jadian karena memang sama-sama suka. Tapi kira-kira setelah sekitar 3 minggu kami jadian, terjadilah peristiwa itu. Waktu itu saya menjemputnya di sekolahnya karena dia ada kegiatan sore. Saat itu hujan deras sekali, lalu sewaktu kami berjalan menyusuri lorong sekolah tersebut, sayup-sayup nyaris tidak terdengar kami berdua mendengar desahan-desahan nikmat dari ruang BP.
Kami langsung saja memberanikan diri untuk mengintip apa gerangan yang sebenarnya terjadi di dalamnya. Dan kami berdua sangat kaget, karena ternyata Pak Yono (sebut saja) dan Bu Ninik, guru BP di sekolahnya Novita tersebut sedang pesta seks di ruangan sempit nan pengap tersebut, dan tidak menyadari adanya 2 makhluk muda belia ini yang mengintip.
Tapi mendadak saya merasakan seseorang memukul kepala saya sehingga saya merasakan pening yang amat sangat di kepala dan terjatuh pingsan. Ketika bangun saya sedang duduk di kursi ruangan BP tersebut dalam keadaan terikat. Dan sungguh setengah mati, saya tidak dapat mempercayai pemandangan yang tersaji di hadapan saya waktu itu.
Saya melihat Pak Yono sedang asyiknya menjilati klitoris pacar saya Novi, Bu Ninik sedang memilin-milin puting Novi dan Pak Eko sedang 'mengerjai' lubang anus Pak Yono dari belakang. Pak Yono pun menjerit keenakan. Bu Ninik juga ikut mendesah-desah sendiri sambil terus memilin puting Novi, sedangkan Novi sendiri menangis sejadi-jadinya, tapi saya dapat melihat bahwa sebenarnya dia sendiri pun menikmati permainan gila tersebut. Bahkan yang lebih gila lagi, saya sendiri pun semakin lama semakin menikmati sensasi yang diciptakan oleh permainan mereka.
Lalu Bu Ninik mendekati saya dan langsung melepaskan celana saya dan membebaskan kemaluan saya yang langsung mengacung tegak melawan gravitasi dan mulai memaju-mundurkan kepalanya mengulum penis saya. Saya pun menggelinjang keenakan sambil berteriak. Hingga akhirnya, "Crutt.. crott.. croot..!" saya pun menyemburkan sperma saya di wajah Bu Ninik.
Oya, sebagai informasi saja, batang kemaluan saya berukuran 6 cm ketika ereksi, memang tidak termasuk besar sih, tapi paling tidak masih dapat ejakulasi.
Lalu saya melihat ke arah Pak Yono dan Pak Eko, dan ternyata mereka masih melanjutkan aksi mereka sampai akhirnya Pak Yono pun terkulai lemas keenakan. Waktu itu Pak Eko mengeluarkan spermanya di mulut Pak Yono. Saya sendiri heran, padahal penampilan Pak Yono ini benar-benar sangar, dengan kumis yang subur dan tampang killer, tapi ternyata dia dapat menikmati adanya kemaluan pria lainnya di lubang anusnya.
Akhirnya kami diperbolehkan pulang setelah diancam bahwa mereka akan mengeluarkan Novi dari sekolah dan akan membunuh saya apabila kami membocorkan hal yang barusan terjadi kepada orangtua kami. Saya sebenarnya memang takut dan tidak berani melawan, karena saya memang tergolong orang yang penakut.
Kami pulang dengan perasaan yang kacau dan tidak karuan, Novi masih terus-terusan menangis sambil memegangi kelaminnya yang mungkin masih perih sehabis dijilati Pak Yono. Saya pun memutuskan untuk tidak meninggalkan Novi karena memang saya sangat mencintainya dan saya tidak ingin membuatnya lebih sedih lagi dengan kepergian saya dari sisinya.
Kira-kira 2 bulan setelah hal itu, saya main ke rumah Novi waktu malam Minggu untuk memberikan hadiah valentine. Ketika sampai di depan rumahnya yang terletak di pinggir jalan besar, saya memencet bel pintu berkali-kali, tapi anehnya tetap saja tidak ada yang membukakan. Akhirnya saya nekat meloncat pagar dan masuk ke dalam rumah lewat garasi dan masuk ke ruang utama. Tidak ada seorang pun di sana.
Lalu saya samar-samar mendengar teriakan-teriakan kecil yang tertahan dari kamar utama. Dan betapa kagetnya saya ketika melihat bahwa ayah kandung Novi sendiri yang bernama Pak Subi masih menjilati vagina Novi sambil meremas-remas susu mungilnya itu. Saya ingin melabrak mereka tapi saya tahan karena disamping rasa penakut saya yang amat sangat ini, saya sebenarnya juga ingin terus melihat apa yang selanjutnya akan terjadi.
Sambil menelan ludah, saya melihat ayahnya menjilati klitoris mungilnya yang berwarna merah darah itu dengan sangat ganasnya.
Novi kelihatan sungguh-sungguh menikmatinya, karena dia berteriak-teriak, "Aach.. ahh.! Pahh..! Terus Pahh..! Jilat terus Pahh, ahh.. uhh.. ahh..! Aduh.. enakk.. enakk.. Novi.. ampiirr.. keke.. kekeeluarr.. Aahh..!"
Lalu Om Subi membalik tubuh novi menjadi posisi doggy style dan merenggangkan paha Novi sehingga saya pun dapat melihat dengan jelas tampak dalam vagina Novi yang sangat menggiurkan itu.
Karena mungkin sudah tidak tahan, Om Subi langsung menyogok vagina Novi dengan sangat kerasnya sehingga Novi pun berteriak menahan sakitt, "Ahh..! Sakitt.. Pahh..!"
Om Subi tidak memperdulikan teriakan anak gadisnya dan terus memompa batang kemaluannya ke dalam vagina Novi secara teratur dan mengeluarkan erangan-erangan tertahan.
"Ahh.. ahh.. ahh.. enak Vii.. tempikmu sungguh enak..! Lebih enak.. daripada Mamimu waktu perawan."
Dia lalu berganti posisi lagi menjadi posisi 'climbing a tree', dan memompa Novi dari bawah sambil memeluk tubuh mungil Novi dengan kencang, lalu akhirnya mereka berganti posisi lagi menjadi gaya 69 dan dia menjilati vagina Novi lagi.. dan lagi. Novi sendiri pun menikmati sensasi tersebut dan mulai mengulum batang kemaluan ayahnya.
Hingga akhirnya Om Subi pun tidak dapat menahan dorongan dari dalam batang penisnya dan berteriak, "Aahh.. akuu keluarr.. nikkmaatt.. sekallii.. ahh..!"
Novi pun tampak kaget, tapi karena kepalanya terus ditekan oleh ayahnya, maka mau tidak mau dia harus meminumnya sampai habis.
Novi hanya berkata, "Gurih Pah.., aku juga udah keluar ya..?"
Om Subi menjawab, "Iya Nov, punyamu juga gurih banget."
Lalu mereka tertidur bersama, mungkin karena kelelahan.
Ketika saya ingin berbalik dan bermaksud meninggalkan tempat ini dengan perasaan sangat bingung, ternyata saya baru sadar bahwa sudah dari tadi Mamanya Novi mengawasi dari sofa di belakang saya tanpa sepengatauan saya.
Dia berkata, "Ryo, bagus ya pertunjukkannya..?"
Saya pun termenung tanpa dapat menjawab karena sangat ketakutan.
Tapi tanpa diduga, ternyata dia mendekat lalu melepas celana saya dan mulai mengulum batang kemaluan saya. Terang saja saya yang sudah dari tadi menahan nafsu karena pertunjukkan ayah dan anak tersebut sangat menikmati kulumannya.
Saya pun mendesah tidak karuan, "Ahh.. ahh.. Taan.. Tee.. enaakk.. bangett.. sih.. kuluman.. nyyaa.. ahh..!"
Dan dia pun malah mempercepat frekuensi kulumannya sambil membuka bajunya sendiri satu-persatu.
Lalu saya diajaknya ke ruang kerja yang terletak di depan dengan alasan agar tidak membangunkan Om Subi dan Novi. Saya pun menurut seperti dihipnotis dan mengikutinya dari belakang. Lalu di sana dia langsung mengocok-kocok batang kemaluan saya sambil membimbing tangan saya yang satu lagi untuk dimasukkan ke lubang senggamanya. Maka saya pun mulai mengocok liang senggamanya yang sudah sangat becek itu keluar masuk.
Dia pun menggelinjang-gelinjang tidak karuan dan berteriak-teriak kecil takut kedengaran, "Ahh.. achh.. enak.. Ryo.. enakk.. teruuss..! Lebih cepet..!"
Saya pun mempercepat temponya dan dia mempercepat tempo kocokannya pada batang penis saya dan meremasnya keras-keras. Akhirnya dia bilang sudah tidak tahan dan minta agar batang kemaluan saya dimasukkan saja, padahal saya sendiri pun malah sudah hampir keluar. Dia pun membimbing penis saya dan diarahkan ke lubang senggamanya. Masuknya kemaluan saya ke lubang senggamanya diiringi dengan teriakan kami berdua.
Saya tidak dapat menggambarkan situasinya waktu itu, yang pasti vaginanya memang sudah lebar dan sangat-sangat basah. Tapi saya cuek saja karena saya pikir kapan lagi saya dapat mempunyai kesempatan seperti sekarang ini, yang penting kan sudah ngerasain begituan.
Akhirnya saya keluar duluan di dalam, karena saya memang sudah tidak kuat. Karena Tante belum puas, dia meminta saya untuk menjilati vaginanya itu. Maka saya turuti saja menjilati vagina Tante sampai dia kejang-kejang kenikmatan karena sudah puas, walaupun banyak putih-putih di dalamnya dan berbau busuk yang saya sendiri tidak tahu itu apa sampai sekarang.
Setelah itu saya disuruh pulang oleh Tante karena hari sudah mulai malam. Saya pulang dengan perasaan yang bahkan lebih kacau daripada pengalaman saya sebelumnya dengan guru-guru BP itu. Akhirnya saya pun memutuskan untuk tidak berhubungan dengan Novi dan kerabat-kerabatnya lagi karena mereka benar-benar keluarga gila.
Saya sekarang sudah di SMU kelas 3, dan kabar terakhir yang saya dengar dari teman saya di sekolahnya Novi ternyata sampai sekarang Novi dan guru-guru BP tersebut masih sering melanjutkan aksi gila mereka. Dan yang lebih gila lagi, Om Subi pun ikut-ikutan juga. Kalau mengenai Mamanya Novi, dia sekarang jarang pulang rumah dan hunting gigolo-gigolo muda di Jakarta.
Saya hanya dapat mendesah karena kecewa dengan mereka, saya harap mereka dapat bertobat. Ingin rasanya melaporkan perbuatan bejat guru-guru BP tersebut dan juga Om Subi pada yang berwajib. Tapi apa daya, saya sendiri benar-benar penakut, bahkan sampai sekarang pun masih sangat penakut. Biarlah Tuhan yang menegur mereka, saya hanya dapat duduk di sini sambil mengocok membayangkan Tante (Mamanya Novi) di dalam WC.
Cerita Sex Bersama Gadis Jepang
Kisah ini terjadi beberapa bulan silam, saat kapal tempatku bekerja merapat di pelabuhan Yokohama, Jepang. Hari itu salju turun dengan derasnya, maklum saat itu pertengahan bulan desember. Setelah kapal kami selesai merapat didermaga dengan sempurnanya, Nakhoda saya, yang orang Jepang, mengajak saya jalan-jalan kerumahnya. Rumah Nakhoda saya itu tidak jauh dari areal pelabuhan Yokohama, kami cukup naik taksi sekitar 10 menit saja. Sesampai di rumahnya, saya diperkenalkan dengan istri dan anak-anaknya. Harus diakui bahwa anak perempuan sulung Nakhoda saya, memiliki kecantikan raut wajah yang betul-betul asli Jepang, dengan kulit yang kuning, mata sipit dan body yang aduhai. Saya begitu terkesima dengan kecantikannya, dan sempat berkhayal yang bukan-bukan. Kami saling berjabat tangan dan mengucapkan salam perkenalan.
aEsHi, nice to meet you,aEt kata anak Nakhoda saya itu.
aEsYou too,aEt jawabku.
aEsWhat is your name?aEt tanya gadis itu.
aEsIaE?m Robert, and you?,aEt jawabku sambil menanyakan namanya.
aEsMy name, Ayumi, aEt jawabnya.
Selanjutnya kami duduk di ruang tamu dan bercerita ngalor-ngidul, bersama-sama dengan ibu, ayahnya dan adik-adiknya. Saat kami bercerita, sesekali saya berusaha mencuri-curi pandang kearah Ayumi, terutama ke bagian pahanya yang putih mulus. Hal itu membuat penisku sering ereksi sendiri. Namun sejauh itu saya masih berusaha untuk dapat mengendalikan diri.
Setelah kurang lebih satu jam kami saling berbagi cerita, Nakhodaku mengatakan bahwa ia dan istrinya akan pergi ke rumah saudaranya yang sedang punya hajatan. Dan ia menyuruh saya untuk menunggunya di rumah saja, sampai dia kembali. Sebelum mereka pergi Nakhoda saya berbicara sebentar kepada Ayumi. Memang mereka berbicara dalam bahasa Jepang, namun sedikit-sedikit saya bisa mengerti artinya, yaitu ia menyuruh Ayumi untuk tinggal menemani saya dan menyiapkan makan untuk saya.
aEsRobert-san, kamu tinggal saja dan silahkan istirahat,aEt kata Nakhoda saya dalam bahasa Indonesia.
aEsYes, Captain,aEt jawabku.
aEsRobert-san, Jangan malu-malu kalau mau makan, Ayumi akan siapkan makanannya,aEt katanya lagi kepadaku dan Ayumi.
Setelah mereka pergi, saya duduk-duduk saja di ruang tamu sambil menonton televisi. Suasana rumah itu begitu sepi, karena nakhoda saya pergi bersama istri dan adik-adik Ayumi. Sedang asyik-asyiknya nonton, tiba-tiba Ayumi datang, kali ini dia sudah mengenakan Kimono, kamipun bercerita sambil nonton televisi. Dari penuturannya, saya tahu kalau Ayumi ini baru berusia 17 tahun dan duduk di SMU kelas dua. Pantas ia begitu kelihatan remaja dan cantik. Kami duduk tidak terlalu berjauhan, dan karena itu saya dapat sesekali mencuri pandang ke arah dua bukit kembarnya yang cukup kelihatan di balik kimono yang ia pakai.
Kelihatannya udara yang dingin membuatku sedikit menggigil, kucoba memegang tangannya dan ia tidak menolak.
aEsAyumi-san, are you cold? aEt tanyaku
aEsYes, IaE?m very cold, aEt jawabnya
Saya memberanikan diri untuk memeluknya, ternyata ia tidak menolak bahkan semakin merapatkan badannya kedadaku. Tanganku gemetaran saat bersentuhan dengan buah dada nya yang mulai membesar seiring usianya. Entah setan apa yang merasukiku, perlahan-lahan saya mengangkat dagunya dan menciumnya. Ayumi pasrah dan membalas ciumanku. Kami berciuman cukup lama dan saling memagut bibir dengan gairah nafsu yang sama membaranya.
aEsRobert-san, you are very handsomeaEt, Ayumi berkata, disela-sela kami berciuman.
aEsSame Ayumi-san, you are very beautiful, aEt kataku membalas.
Tanpa terasa tanganku mulai bergerak kearah payudaranya, dan mulai membelai dan sesekali meremasnya.
aEsOh.. hsst, hsst, Robert-san, please,aEt Ayumi mendesah dengan nikmatnya.
Pelan-pelan kubuka kimono yang menutup tubuhnya, ternyata dibalik kimononya ia tidak memakai pakaian dalam sehingga tubuhnya yang mulus segera saja terpampang jelas di mataku. Pentil susunya yang kemerah-merahan bertengger dengan indahnya diatas dua bukit kembarnya yang membusung indah. Betul-betul bagaikan puncak gunung Fujiyama, yang memang kelihatan jelas dari jendela rumahnya. Tanpa menunggu lama, kubopong dia ke atas sofa yang ada diruang tamu itu. Kembali kulumat bibirnya yang kecil memerah, sambil tanganku membelai lembut bukit kembarnya. Rupanya Ayumi juga tidak mau ketinggalan, ia membuka kancing-kancing bajuku dan melepas ikat pinggang celanaku. Tangannya dimasukkan ke dalam celanaku dan mulai meremas-remas batang kemaluanku. Akibat perbuatan Ayumi itu, kemaluanku semakin tegang, dan membuat mata saya juga meram-melek kenikmatan.
Setelah kurasa cukup melumat bibirnya, kini bibirku mulai kuturunkan kearah pentil susunya, dan mulai menjilatinya pelan-pelan.
aEsOh my god, Robert-san, please, please touch me, suck it,aEt Ayumi terus meracau tak keruan.
aEsDonaE?t worry, honey. I will to do,aEt kataku sambil terus menjilati pentil susunya. Sementara itu tanganku terus bermain-main diselangkangnya dan mengusap serta membelai lembut goa yang ada disela-sela momo-nya (BHs. Jepang = Paha). Jari jemariku terkadang lembut memasuki liang vaginanya dan terasa ada cairan hangat disitu. Menyadari hal ini saya segera berjongkok didepan sofa dan pahanya Ayumi kurentangkan lebar-lebar. Segera saja kujilati vaginanya dengan penuh nafsu.
aEsAuh.. hmm.. hst.. Robert-san o kudasai,aEt Ayumi kembali meracau dalam bahasa Jepang.
Saya berusaha membuat suasana serileks mungkin, dengan terlebih dahulu mengecup liang vaginanya dan menghirup aroma khas perempuan yang begitu mempesona. Mungkin inilah aroma sejati sashimi dan sushi, pikirku dalam hati. Lidahku bermain liar di liang vaginanya dan sesekali kuhisap lembut klitorisnya yang bagaikan buah cherry terselip di sela-sela daun. Saking enaknya, tanpa sadar Ayumi menjambak-jambak rambutku.
aEsOh.. uh.. mmh..aEt desah Ayumi keenakan.
Sluph.. clep.. clup.. lidahku berdecak berirama menghirup semua cairan hangat yang terus membanjiri liang vaginanya Ayumi. Rupanya Ayumi tak mau terus menerus kupermainkan, dia segera beranjak dan sekarang gantian saya yang duduk bersandar di sofa. Sekejap Ayumi memperhatikan batang kemaluanku kelihatan begitu tegang menantang.
aEsOh Robert-san, it is very nice and very big, like is the Yokohama Tower,aEt katanya terkagum-kagum sambil memegang dan mengocok-ngocok batang penisku. Sementara itu batang penisku semakin menegang dan kepalanya semakin merah kehitam-hitaman mengkilat.
aEsYes, honey. But it is not Yokohama Tower, it is Monas Tower,aEt balasku sambil tertawa geli dalam hati.
Tidak puas hanya memandang dan mengocok-ngocok batang penisku, kini Ayumi mulai menjilati dan mengulumnya. Lidahnya bermain lincah di pangkal dan kepala penisku, yang membuatku menggelinyang kegelian. Nafsuku semakin membuncah, akibat batang penisku yang terus-terusan dikulum dan disedot.
aEsUmm.. esht.. oh honey.. oh god,aEt kataku keenakkan.
aEsClup.. clep.. srlup.. setiap hisapan mulut Ayumi menimbulkan bunyi yang tak lagi berirama dan menghadirkan sensasi gairah tersendiri ditelingaku.
Sementara itu, jari-jariku terus bermain diliang vaginanya. Kumasuk keluarkan jari-jariku, sambil sesekali melakukan gerakan-gerakan membentuk oval mengikuti lekuk bentuk liang vaginanya. Cairan hangat yang semakin banyak keluar dari liang vagina, telah membasahi semua telapak tanganku.
aEsOh, honey. Please ***** me,aEt Ayumi yang sudah tidak dapat menahan gejolak nafsunya bangkit dari posisi jongkok dan naik keatas pangkuanku. Dipegangnya batang penisku dan pelan-pelan memasukkannya keliang vaginanya.
aEsOh honey, it is very big, but I like it,aEt Ayumi berkata sambil berusaha menekan pantatnya ke bawah untuk memasukkan batang kemaluanku.
Bless.. plok.. semua batang penisku telah masuk ke dalam liang vaginanya Ayumi. Terasa kehangatan menjalari setiap pori-pori yang ada di batang kemaluanku. Selanjutnya dia mulai menggenjot-genjot, menaik-turunkan pantatnya yang putih mulus dan melakukan gerakan-gerakan berputar yang berirama.
aEsOuhk.. uhs.. yes.. oh yes..aEt Ayumi mengerang-ngerang kenikmatan.
aEsOh honey, yes.. oh yes..aEt akupun tak kalah nikmatnya.
Beberapa saat sempat kuperhatikan sisa-sisa batang kemaluanku yang berada di luar liang vaginanya Ayumi, kelihatannya begitu perkasa bagaikan pohon yang berusaha menembus awan. Vaginanya Ayumi kelihatan begitu indah, berwarna kemerah-merahan.
Posisi Ayumi sekarang berganti, ia mengambil posisi menungging membelakangi saya. Inilah posisi Doggy style, yang memang saya gemari. Dalam posisi doggy style itu, saya bebas memandang vaginanya Ayumi yang begitu menantang untuk segera kususupi batang kemaluanku.
aEsUps.. aukh.. yes honey, yes..aEt Ayumi mendesah-desah tak beraturan saat kumasuk-keluarkan batang kemaluanku di vaginanya.
aEsOh.. usmh.. hah.. hah..aEt nafasku menderu-deru menikmati permainan ini.
Selang tiga menit kemudian rupanya Ayumi yang sudah semakin tak kuat menahan gairahnya berbalik dan mengambil posisi terlentang di sofa.
aEsPlease honey, please come in, kudasai,aEt Ayumi berkata dalam bahasa Inggris dan Jepang memintaku segera melakukan permainan puncak.
aEsOkay honey, okay,aEt kataku sambil mengambil posisi dan mengarahkan penisku tepat ke lubang vaginanya.
aEsUckh.. uhst.. yes honey,aEt Ayumi mendesah saat kumasukkan penisku ke vaginanya.
Terasa sedikit sempit, namun penisku lancar saja memasukinya karena vaginanya sudah begitu basah. Selanjutnya, segera saja saya mulai dengan permainan puncak ini. Penisku kumasuk-keluarkan dengan irama yang teratur. Clep.. clup.. cres.. terdengar bunyi yang begitu menggairahkan saat penisku mulai beraksi. Ayumi rupanya tak mau ketinggalan, ia segera saja mengimbanginya dengan menggoyang dan memutar-mutar pinggulnya.
aEsoh, honey. I love you, honey. Uh.. shh..,aEt Ayumi kembali mendesah-desah kenikmatan.
aEsYes honey, I love you too,aEt jawabku tak kalah nikmatnya.
aEsUmp.. hssh.. ouhk.. oh yes,aEt Ayumi mendesah-desah semakin tak karuan.
aEsUsh.. ahh.. ohh..,aEt sayapun mendesah-desah merasakan kenikmatan yang indah ini.
Kami menikmati permainan puncak ini dengan segenap perasaan, sambil sesekali bercakap-cakap. Beberapa saat kemudian rupanya Ayumi sudah tidak lagi kuat menahan gairah nafsunya, tangannya dengan kuat mencengkram bahuku dan pinggulnya digoyang-goyang semakin cepat.
aEsOh honey, IaE?m coming. IaE?m coming, oh.. ah..,aEt Ayumi mendesah semakin tak keruan.
aEsOh yes, honey. Yes. IaE?m coming too,aEt kataku yang juga sudah tak kuat menahan desakan-desakan nafsuku.
Gerakan maju mundur segera saja kupercepat dan Ayumi-pun semakin cepat menggoyang dan memutar-mutar pinggulnya. Beberapa saat kemudian kamipun mencapai puncak Fujiyama bersama-sama.
aEsOh honey, oh.. uah.. umph..,aEt desah panjang Ayumi saat mencapai puncak kenikmatan.
aEsUhmp.. uhss.. ouhk..,aEt desahku saat cairan lahar panas tumpah keluar dari lubang penisku dan membanjiri vaginanya Ayumi.
Ayumi memeluk erat tubuhku, seakan-akan tidak ingin melepas lagi. Jari-jari tangannya mencengkram erat punggungku, kedua kakinya melipat dan menekan pantatku. Sementara itu, saya sendiri memeluk tubuhnya dengan erat dan melumat habis bibirnya.
Kenikmatan terindah ditengah derasnya salju bulan Desember yang begitu berkesan. Sejak saat itu, setiap kali kapal saya bersandar di pelabuhan Yokohama Jepang, saya dan Ayumi selalu merengkuh kenikmatan bersama, terkadang di rumahnya atau di hotel.
aEsHi, nice to meet you,aEt kata anak Nakhoda saya itu.
aEsYou too,aEt jawabku.
aEsWhat is your name?aEt tanya gadis itu.
aEsIaE?m Robert, and you?,aEt jawabku sambil menanyakan namanya.
aEsMy name, Ayumi, aEt jawabnya.
Selanjutnya kami duduk di ruang tamu dan bercerita ngalor-ngidul, bersama-sama dengan ibu, ayahnya dan adik-adiknya. Saat kami bercerita, sesekali saya berusaha mencuri-curi pandang kearah Ayumi, terutama ke bagian pahanya yang putih mulus. Hal itu membuat penisku sering ereksi sendiri. Namun sejauh itu saya masih berusaha untuk dapat mengendalikan diri.
Setelah kurang lebih satu jam kami saling berbagi cerita, Nakhodaku mengatakan bahwa ia dan istrinya akan pergi ke rumah saudaranya yang sedang punya hajatan. Dan ia menyuruh saya untuk menunggunya di rumah saja, sampai dia kembali. Sebelum mereka pergi Nakhoda saya berbicara sebentar kepada Ayumi. Memang mereka berbicara dalam bahasa Jepang, namun sedikit-sedikit saya bisa mengerti artinya, yaitu ia menyuruh Ayumi untuk tinggal menemani saya dan menyiapkan makan untuk saya.
aEsRobert-san, kamu tinggal saja dan silahkan istirahat,aEt kata Nakhoda saya dalam bahasa Indonesia.
aEsYes, Captain,aEt jawabku.
aEsRobert-san, Jangan malu-malu kalau mau makan, Ayumi akan siapkan makanannya,aEt katanya lagi kepadaku dan Ayumi.
Setelah mereka pergi, saya duduk-duduk saja di ruang tamu sambil menonton televisi. Suasana rumah itu begitu sepi, karena nakhoda saya pergi bersama istri dan adik-adik Ayumi. Sedang asyik-asyiknya nonton, tiba-tiba Ayumi datang, kali ini dia sudah mengenakan Kimono, kamipun bercerita sambil nonton televisi. Dari penuturannya, saya tahu kalau Ayumi ini baru berusia 17 tahun dan duduk di SMU kelas dua. Pantas ia begitu kelihatan remaja dan cantik. Kami duduk tidak terlalu berjauhan, dan karena itu saya dapat sesekali mencuri pandang ke arah dua bukit kembarnya yang cukup kelihatan di balik kimono yang ia pakai.
Kelihatannya udara yang dingin membuatku sedikit menggigil, kucoba memegang tangannya dan ia tidak menolak.
aEsAyumi-san, are you cold? aEt tanyaku
aEsYes, IaE?m very cold, aEt jawabnya
Saya memberanikan diri untuk memeluknya, ternyata ia tidak menolak bahkan semakin merapatkan badannya kedadaku. Tanganku gemetaran saat bersentuhan dengan buah dada nya yang mulai membesar seiring usianya. Entah setan apa yang merasukiku, perlahan-lahan saya mengangkat dagunya dan menciumnya. Ayumi pasrah dan membalas ciumanku. Kami berciuman cukup lama dan saling memagut bibir dengan gairah nafsu yang sama membaranya.
aEsRobert-san, you are very handsomeaEt, Ayumi berkata, disela-sela kami berciuman.
aEsSame Ayumi-san, you are very beautiful, aEt kataku membalas.
Tanpa terasa tanganku mulai bergerak kearah payudaranya, dan mulai membelai dan sesekali meremasnya.
aEsOh.. hsst, hsst, Robert-san, please,aEt Ayumi mendesah dengan nikmatnya.
Pelan-pelan kubuka kimono yang menutup tubuhnya, ternyata dibalik kimononya ia tidak memakai pakaian dalam sehingga tubuhnya yang mulus segera saja terpampang jelas di mataku. Pentil susunya yang kemerah-merahan bertengger dengan indahnya diatas dua bukit kembarnya yang membusung indah. Betul-betul bagaikan puncak gunung Fujiyama, yang memang kelihatan jelas dari jendela rumahnya. Tanpa menunggu lama, kubopong dia ke atas sofa yang ada diruang tamu itu. Kembali kulumat bibirnya yang kecil memerah, sambil tanganku membelai lembut bukit kembarnya. Rupanya Ayumi juga tidak mau ketinggalan, ia membuka kancing-kancing bajuku dan melepas ikat pinggang celanaku. Tangannya dimasukkan ke dalam celanaku dan mulai meremas-remas batang kemaluanku. Akibat perbuatan Ayumi itu, kemaluanku semakin tegang, dan membuat mata saya juga meram-melek kenikmatan.
Setelah kurasa cukup melumat bibirnya, kini bibirku mulai kuturunkan kearah pentil susunya, dan mulai menjilatinya pelan-pelan.
aEsOh my god, Robert-san, please, please touch me, suck it,aEt Ayumi terus meracau tak keruan.
aEsDonaE?t worry, honey. I will to do,aEt kataku sambil terus menjilati pentil susunya. Sementara itu tanganku terus bermain-main diselangkangnya dan mengusap serta membelai lembut goa yang ada disela-sela momo-nya (BHs. Jepang = Paha). Jari jemariku terkadang lembut memasuki liang vaginanya dan terasa ada cairan hangat disitu. Menyadari hal ini saya segera berjongkok didepan sofa dan pahanya Ayumi kurentangkan lebar-lebar. Segera saja kujilati vaginanya dengan penuh nafsu.
aEsAuh.. hmm.. hst.. Robert-san o kudasai,aEt Ayumi kembali meracau dalam bahasa Jepang.
Saya berusaha membuat suasana serileks mungkin, dengan terlebih dahulu mengecup liang vaginanya dan menghirup aroma khas perempuan yang begitu mempesona. Mungkin inilah aroma sejati sashimi dan sushi, pikirku dalam hati. Lidahku bermain liar di liang vaginanya dan sesekali kuhisap lembut klitorisnya yang bagaikan buah cherry terselip di sela-sela daun. Saking enaknya, tanpa sadar Ayumi menjambak-jambak rambutku.
aEsOh.. uh.. mmh..aEt desah Ayumi keenakan.
Sluph.. clep.. clup.. lidahku berdecak berirama menghirup semua cairan hangat yang terus membanjiri liang vaginanya Ayumi. Rupanya Ayumi tak mau terus menerus kupermainkan, dia segera beranjak dan sekarang gantian saya yang duduk bersandar di sofa. Sekejap Ayumi memperhatikan batang kemaluanku kelihatan begitu tegang menantang.
aEsOh Robert-san, it is very nice and very big, like is the Yokohama Tower,aEt katanya terkagum-kagum sambil memegang dan mengocok-ngocok batang penisku. Sementara itu batang penisku semakin menegang dan kepalanya semakin merah kehitam-hitaman mengkilat.
aEsYes, honey. But it is not Yokohama Tower, it is Monas Tower,aEt balasku sambil tertawa geli dalam hati.
Tidak puas hanya memandang dan mengocok-ngocok batang penisku, kini Ayumi mulai menjilati dan mengulumnya. Lidahnya bermain lincah di pangkal dan kepala penisku, yang membuatku menggelinyang kegelian. Nafsuku semakin membuncah, akibat batang penisku yang terus-terusan dikulum dan disedot.
aEsUmm.. esht.. oh honey.. oh god,aEt kataku keenakkan.
aEsClup.. clep.. srlup.. setiap hisapan mulut Ayumi menimbulkan bunyi yang tak lagi berirama dan menghadirkan sensasi gairah tersendiri ditelingaku.
Sementara itu, jari-jariku terus bermain diliang vaginanya. Kumasuk keluarkan jari-jariku, sambil sesekali melakukan gerakan-gerakan membentuk oval mengikuti lekuk bentuk liang vaginanya. Cairan hangat yang semakin banyak keluar dari liang vagina, telah membasahi semua telapak tanganku.
aEsOh, honey. Please ***** me,aEt Ayumi yang sudah tidak dapat menahan gejolak nafsunya bangkit dari posisi jongkok dan naik keatas pangkuanku. Dipegangnya batang penisku dan pelan-pelan memasukkannya keliang vaginanya.
aEsOh honey, it is very big, but I like it,aEt Ayumi berkata sambil berusaha menekan pantatnya ke bawah untuk memasukkan batang kemaluanku.
Bless.. plok.. semua batang penisku telah masuk ke dalam liang vaginanya Ayumi. Terasa kehangatan menjalari setiap pori-pori yang ada di batang kemaluanku. Selanjutnya dia mulai menggenjot-genjot, menaik-turunkan pantatnya yang putih mulus dan melakukan gerakan-gerakan berputar yang berirama.
aEsOuhk.. uhs.. yes.. oh yes..aEt Ayumi mengerang-ngerang kenikmatan.
aEsOh honey, yes.. oh yes..aEt akupun tak kalah nikmatnya.
Beberapa saat sempat kuperhatikan sisa-sisa batang kemaluanku yang berada di luar liang vaginanya Ayumi, kelihatannya begitu perkasa bagaikan pohon yang berusaha menembus awan. Vaginanya Ayumi kelihatan begitu indah, berwarna kemerah-merahan.
Posisi Ayumi sekarang berganti, ia mengambil posisi menungging membelakangi saya. Inilah posisi Doggy style, yang memang saya gemari. Dalam posisi doggy style itu, saya bebas memandang vaginanya Ayumi yang begitu menantang untuk segera kususupi batang kemaluanku.
aEsUps.. aukh.. yes honey, yes..aEt Ayumi mendesah-desah tak beraturan saat kumasuk-keluarkan batang kemaluanku di vaginanya.
aEsOh.. usmh.. hah.. hah..aEt nafasku menderu-deru menikmati permainan ini.
Selang tiga menit kemudian rupanya Ayumi yang sudah semakin tak kuat menahan gairahnya berbalik dan mengambil posisi terlentang di sofa.
aEsPlease honey, please come in, kudasai,aEt Ayumi berkata dalam bahasa Inggris dan Jepang memintaku segera melakukan permainan puncak.
aEsOkay honey, okay,aEt kataku sambil mengambil posisi dan mengarahkan penisku tepat ke lubang vaginanya.
aEsUckh.. uhst.. yes honey,aEt Ayumi mendesah saat kumasukkan penisku ke vaginanya.
Terasa sedikit sempit, namun penisku lancar saja memasukinya karena vaginanya sudah begitu basah. Selanjutnya, segera saja saya mulai dengan permainan puncak ini. Penisku kumasuk-keluarkan dengan irama yang teratur. Clep.. clup.. cres.. terdengar bunyi yang begitu menggairahkan saat penisku mulai beraksi. Ayumi rupanya tak mau ketinggalan, ia segera saja mengimbanginya dengan menggoyang dan memutar-mutar pinggulnya.
aEsoh, honey. I love you, honey. Uh.. shh..,aEt Ayumi kembali mendesah-desah kenikmatan.
aEsYes honey, I love you too,aEt jawabku tak kalah nikmatnya.
aEsUmp.. hssh.. ouhk.. oh yes,aEt Ayumi mendesah-desah semakin tak karuan.
aEsUsh.. ahh.. ohh..,aEt sayapun mendesah-desah merasakan kenikmatan yang indah ini.
Kami menikmati permainan puncak ini dengan segenap perasaan, sambil sesekali bercakap-cakap. Beberapa saat kemudian rupanya Ayumi sudah tidak lagi kuat menahan gairah nafsunya, tangannya dengan kuat mencengkram bahuku dan pinggulnya digoyang-goyang semakin cepat.
aEsOh honey, IaE?m coming. IaE?m coming, oh.. ah..,aEt Ayumi mendesah semakin tak keruan.
aEsOh yes, honey. Yes. IaE?m coming too,aEt kataku yang juga sudah tak kuat menahan desakan-desakan nafsuku.
Gerakan maju mundur segera saja kupercepat dan Ayumi-pun semakin cepat menggoyang dan memutar-mutar pinggulnya. Beberapa saat kemudian kamipun mencapai puncak Fujiyama bersama-sama.
aEsOh honey, oh.. uah.. umph..,aEt desah panjang Ayumi saat mencapai puncak kenikmatan.
aEsUhmp.. uhss.. ouhk..,aEt desahku saat cairan lahar panas tumpah keluar dari lubang penisku dan membanjiri vaginanya Ayumi.
Ayumi memeluk erat tubuhku, seakan-akan tidak ingin melepas lagi. Jari-jari tangannya mencengkram erat punggungku, kedua kakinya melipat dan menekan pantatku. Sementara itu, saya sendiri memeluk tubuhnya dengan erat dan melumat habis bibirnya.
Kenikmatan terindah ditengah derasnya salju bulan Desember yang begitu berkesan. Sejak saat itu, setiap kali kapal saya bersandar di pelabuhan Yokohama Jepang, saya dan Ayumi selalu merengkuh kenikmatan bersama, terkadang di rumahnya atau di hotel.
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)
